Penulisan karya tulis ilmiah memerlukan praktik penggunaan bahasa yang benar sesuai dengan kaidah KBBI. Akan tetapi, di dalam praktik karya tulis ilmiah seperti: makalah, artikel, dan skripsi masih ditemukan praktik berbahasa yang tidak benar. Hal ini tentu saja berdampak pada pengabaian kaidah bahasa yang benar sesuai dengan KBBI.
Tren bahasa yang berkembang di era milenial sekarang ini, misalnya penggunaan kata "praktik" yang sering dituliskan "praktek", kata ini seringkali digunakan dan sudah menjadi kosa kata sehari-hari, bisa dibilang penggunaan dan penyebutan kata praktek ini lebih popular digunakan dibandingan kata "praktik".

Selain tren bahasa, faktor komunikasi penggunaan bahasa antar individu kaum milenial sekarang ini lebih banyak menggunakan bahasa gaul dibandingkan kata baku, tetapi disisi lain penggunaan bahasa gaul inipun sudah dianggap menjadi bahasa baik karna terbiasa dan sopan digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Namun terkadang penggunaan tren bahasa ini memiliki makna yang beda karna terdapat kesalahan yang fatal yang membuat makna kata itu menjadi berbeda, misalnya penggunakan kata di-, sering kali kita temukan, misalnya dijalan, yang mana seharusnya penulisan yang benar yaitu di jalan, yang ditulis secara terpisah, serta penggunaan kata di pada nama tempat, contohnya di Jakarta, di Bandung.
Kesalahan seperti yang sudah dijelaskan diatas seharusnya menjadi bahan evaluasi dan dikoreksi oleh kaum milenial, as a student, kita belajar bahasa yang baik dan juga selain belajar kita sudah seharusnya bisa mempraktikkan penggunaan bahasa yang baik seperti yang sudah kita pelajari. Karena dengan kesadaran akan bahasa yang baik tadi, memicu faktor kelaziman dalam interaksi antar individu dan membuat itu seolah-olah benar dan menjadi kebiasaan. Padahal sebagai pelajar khususnya mahasiswa, kita bisa membedakan kebiasaan yang patut untuk dipertahankan dan kebiasaan mana yang harus diperbaiki.
Juga menurut saya, kelaziman kesalahan berbahasa ini juga dipicu karena sudah terbiasa dengan komunikasi lisan yang terjadi antar individu. Yang mana sebaiknya antar individu ini saling mengingatkan, memperbaiki, dan mempraktikkan mana penggunaan bahasa yang benar, bukan hanya baik. Karena dari cara kita berkomunikasi ataupun sekadar menulis sebuah karya, penulisan itu menunjukkan identitas bahasa suatu negara dan menggambarkan kalau oh seperti ini ternyata Bahasa Indonesia, jadi membuat perspektif misalnya orang asing menjadi tertarik untuk mempelajari serta mendalami Bahasa Indonesia.
Selain itu, saya juga pernah membaca artikel tentang kampus di luar negeri yang terdapat jurusan Bahasa Indonesia, dan itu ga sedikit, ada minimal 10 kampus di beberapa negara yang saya baca antara lain yaitu Vietnam, Jepang, Korea Selatan, Maroko, Australia, Amerika Serikat, Hawaii, Belanda, dan Ukraina. Dan jujur saat saya menemukan dan membaca artikel ini membuat saya tersadar akan Bahasa Indonesia menarik loh di luar negeri, dan membuat saya sangat bangga menjadi bagian dari Warga Negara Indonesia ini.

Juga selain itu, di beberapa negara sebut saja misalnya Arab Saudi, yang mana terkenal dengan memenuhi panggilan dan kewajiban iman dan ibadah sebagai seorang muslim, itu sangat tidak asing dengan Warga Negara Indonesia, bahkan sebagian besar dari mereka berdialog menggunakan Bahasa Indonesia dan ada juga beberapa penjual yang memang menerima pembayaran dengan mata uang Rupiah milik Indonesia. Jadi dari contoh-contoh diatas, sudah seharusnya kita sudah membiasakan diri menggunakan Bahasa Indonesia yang sesuai dengan KBBI yang baik dan benar. Hal ini senada dengan UU Nomor 24 Tahun 2009 yang mengajarkan penggunaan bahasa untuk mengutamakan Bahasa Indonesia di ruang publik, secara lisan maupun tulisan. Kemudian, Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan mengeluarkan semboyan
Utamakan Bahasa Indonesia, Lestarikan Bahasa Daerah, Kuasai Bahasa Asing.
Semboyan tersebut membuat keharmonisan praktik berbahasa dengan konsep baik dan benar tanpa melupakan bahasa lainnya yang sudah dan akan menjadi kebutuhan di masa mendatang.
Tujuan penulisan artikel ini yaitu untuk mengkaji praktik penggunaan bahasa, menyadarkan antar individu akan pentingnya penggunaan berbahasa yang baik dan benar, mengoreksi dan memperbaiki kebiasaan penggunaan bahasa yang baik menjadi menggunakan bahasa yang baik dan benar sesuai KBBI, juga secara tidak langsung memperkenalkan Bahasa Indonesia yang baik dan benar kepada orang asing. Serta sebagai mahasiswa dan Warga Negara Indonesia, kita memiliki peran untuk melestarikan Bahasa Indonesia, Bahasa Daerah serta menguasai Bahasa Asing.
Karena jika kita sudah membiasakan diri dengan menggunakan bahasa yang baik dan benar, tentunya akan membawa banyak dampak positif dari hal yang sudah kita praktikkan di ruang publik. Dan tentunya dengan membiasakan diri menggunakan bahasa yang baik dan benar dalam berkomunikasi lisan membuat kita sebagai mahasiswa terbiasa dengan menulis dan menggunakan penggunaan bahasa yang baik dan benar dalam menulis karya ilmiah. Dan semakin membuat kita sadar ternyata selama ini masih terdapat kekeliruan bahasa yang kita pakai, dan dari hal ini kita dapat mengoreksi diri dan memperbaiki yang salah menjadi benar.
Aku harap dari artikel ini membuat kalian tersadar akan pentingnya penggunaan bahasa yang benar, bukan hanya baik saja. Semoga apa yang saya sharing dan tulis disini menjadi bermanfaat untuk kalian yang sudah menyempatkan waktunya untuk mengunjungi dan membaca artikel ini sampai selesai. Terimakasih.
Semoga akan ada dan terus banyak informasi, sharing, yang bisa aku tulis di blog ini, dan tentunya membuat konten lebih menarik lagi. Stay tune terus ya di blog aku ini, don't forget to follow this blog!
Okay cukup untuk kesempatan kali ini.
See you on another post~
-DAN